Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana, yang
disingkat dengan Himmpas Ulul Albab adalah sebuah wadah kegiatan mahasiswa
pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kelahiran cikal bakal Himmpas
Ulul Albab UIN Malang sebenarnya hampir bersamaan dengan berdirinya Program
Pascasarjana di kampus tersesebut, yang pada saat itu masih bernama Sekolah
Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang pada tahun 1999. Namun, pada
saat itu hanya berupa perwakilan dan belum berbentuk komisariat mandiri sebagai
organisasi seperti sekarang.
Himmpas UIN Malang berubah menjadi sebuah
organisasi resmi dengan nama Himmpas Ulul Albab sejak dua tahun yang lalu,
tepatnya pada tahun 2015. Hari ini Himmpas Ulul Albab melakukan musyawarah
besar, diantaranya untuk memilih ketuanya yang baru, periode ketiga 2017-2018.
Dalam kesempatan menyampaikan kata pembuka
sebelum musyawarah berlangsung, saya katakan bahwa Himmpas adalah merupakan
sarana untuk beraktifitas dan mengembangkan kreatifitas atau dalam bahasa Arab
disebut dengan Wajihah Amal, sama sekali keberadaan Himmpas bukanlah
tujuan.
Karena itu, kesuksesan kader Himmpas diukur
dengan banyaknya aktifitas dan kreatifitas, bukan karena posisi dan jabatannya.
Meskipun menjabat sebagai ketua umum Himmpas, belum tentu dia yang paling
istimewa jika tidak dibarengi dengan kreatifitas dan amal yang banyak.
Sebaliknya, meskipun anggota biasa atau mantan ketua sekalipun yang tidak
menjadi apa-apa, jika dia tetap masih aktif beraktifitas bersama organisasi
Himmpas, bisa jadi dialah yang paling banyak amalnya, dan itulah yang akan
dinilai oleh Allah swt.
Tujuan berorganisasi di Himmpas tidak lain adalah untuk menebar
kebaikan untuk semua orang. Karena itu, fokus kerja yang diharapkan, pertama: mengembangkan
ide dan gagasan tentang kajian ke-Islam-an modern, utamanya gagasan tentang syumuliyatul
Islam, bahwa Islam merupakan konsep yang layak untuk dipertimbangkan dalam
menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan modern, kedua: mengembangkan
kompetensi yang dimiliki oleh anggotanya, dengan berbagai kegiatan yang
direncanakan, ketiga: menumbuhkan jiwa interpreneur yang merupakan bagian dari
kebutuhan manusia dalam kehidupan ini sehingga dapat lebih memberi
kebermanfaatan dan tidak menggantungkan kepada orang lain.
Untuk menjaga kelestarian Himmpas Ulul Albab kedepan, minimal ada
tiga budaya yang harus dikembangkan oleh pengurus dan anggota Himmpas.
Pertama: Budaya Ilmiah-Akademik. Aktifis Himmpas harus menjadi
mahasiswa yang unggul dari sisi akademik, diantara indikator sederhananya
adalah lulus tepat waktu, memiliki kebiasaan menuangkan ide dan gagasannya
dalam tulisan yang terpublikasikan dan cakap dalam menyelesaikan berbagai
persoalan dengan menggunakan pendekatan ilmiah-akademik.
Kedua: Budaya Komunikasi. Aktifis Himmpas harus menjadi manusia
yang bermanfaat buat orang lain, diantaranya aktif dalam menebar dan
menyampaikan kebaikan kepada semua orang. Dengan memiliki kemampuan komunikasi
yang baik dan efektif, akan lebih mudah menyampaikan kebaikan dan gampang
diterima oleh orang lain. Dengan demikian, penguasaan terhadap seni
berkomunikasi menjadi penting dan perlu segera dilatih.
Ketiga: Budaya Organisasi. Organisasi yang baik adalah jika
dijalankan oleh orang-orang yang memiliki komitmen dengan aturan yang telah
disepakati dalam organisasi tersebut. Budaya organisasi dengan berbagai
bentuknya harus menjadi perhatian bagi setiap anggota Himmpas. Koordinasi
rutin, kerja jama’i dan mengevaluasi hasil kerja adalah merupakan budaya
organisasi yang tidak boleh terlupakan.
Dengan melaui koordinasi, semua anggota akan merasa diikutkan dalam
pengambilan suatu keputusan dan semua akan merasa bertanggung jawab terhadap
keputusan tersebut. Dengan kerja jama’i dan pembagian tugas yang tuntas,
tidak ada program yang tidak terselesaikan dengan baik dan tidak ada potensi
yang tersia-siakan. Dengan evaluasi, akan dapat diketahui sejauh mana capain
kerja dalam sebuah organisasi, begitu juga kekurangan dan kelemahan yang harus
disempurnakan kemudian.
Selamat bermusyawarah, semoga menghasilkan keputusan yang baik dan
aplikatif untuk semua. Wallahu a’lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar