Selasa, 06 Juni 2017

GERAKAN SANTRI MENULIS

Sekitar sebulan yang lalu salah seorang kawan yang tinggal di Jakarta mengirim pesan melalui WA menanyakan keberadaan saya sekarang, apakah sudah di Indonesia atau belum? Alhamdulillah saat itu baru saja datang dari Amman selama kurang lebih 10 hari dalam rangka konferensi Internasional tentang Islam dan Tantangan Modern.

Kemudian komunikasi dilanjutkan melalui telepon, salah satu temanya adalah beliau mengenalkan kepada saya seorang supervisor dari Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation, namanya Abdul Hadi. Komunikasi dengan Bang Hadi pun berlangsung, baik melalui telepon maupun sms, akhirnya kami sepakati untuk mengadakan acara Gerakan Santri Menulis untuk para santri Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Malang.

Dan tidak tanggung-tanggung, tim pelatihan santri menulis dari MAI kali ini adalah Bunda Pipit Senja, penulis terkenal dari Jakarta, begitu juga Kang Romel, seorang wartawan senior yang tinggal di Bandung.

Untuk yang kesekian kalinya, saya harus bicara lagi tentang menulis. Kita harus terus menggelorakan semangat menulis, menulis dan menulis. Menulis adalah merupakan bukti bahwa kita masih hidup, demikian kata para penulis terkenal seperti Prof Imam Suprayogo yang diamini pula oleh bunda Pipit.

Setiap orang, dengan segala keistimewaan yang diberikan oleh Allah, pasti memiliki ide, gagasan dan berbagai lintasan kebaikan dalam benaknya. Namun tidak semua orang dapat menyampaikan itu secara lisan, karena keterbatasan waktu dan tempat. Dengan menggunakan media tulis, kita dapat menyampaikan seluruh lintasan fikiran kita tanpa dibatasi oleh apapun. Seorang kawan, ketika saya ajak untuk menuliskan lintasan fikirannya, dia mengatakan, "oke, saya mau ambil laptop dulu". Saya katakan kepadanya, anda kan bisa menulis di ponsel anda, gak perlu lagi harus mengambil laptop. Justru kalau harus mengambil laptop terlebih dahulu, bisa jadi idenya sudah hilang berlalu.

Menulis itu mudah, semua orang dapat melakukannya. Bahkan di penjara pun kegiatan menulis dapat dilakukan dengan mudah. Bukankan Sayyid Qutub telah menulis Dzilalnya dalam penjara? Bukankah HAMKA telah menulis tafsirnya Al Azhar di dalam penjara. Saya pernah mengunjungi lapas Sukamiskin, ternyata dari lapas itu juga telah muncul berbagai buku yang sangat penting dan bermanfaat untuk menggugah semangat dan merubah orientasi dalam hidup ini. Padahal mereka sedang dipenjara dan secara psikologis masa depan mereka terancam.

Dengan menulis, kita akan banyak memberi manfaat buat orang lain. Bukankah baginda Nabi Muhammad saw telah bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain".

Jika kita mau memberi manfaat kepada orang lain menunggu kalau sudah menjadi pejabat sehingga omongan kita akan didengar dan dipercaya oleh masyarakat, maka bisa jadi kita tidak akan dapat mencapainya, sebabnya adalah karena pos jabatan itu sangat terbatas. Presiden di Indonesia juga hanya satu.

Dengan menulis kita sudah dapat memberi manfaat kepada orang lain tanpa harus menjadi pejabat terlebih dahulu.

Bagi santri di Pondok Pesantren, ketrampilan menulis sangat penting untuk dikuasai. Santri adalah calon da'i yang akan menyampaikan kebaikan Islam kepada umat. Mereka adalah orang-orang yang telah memiliki dasar keagamaan yang baik, mereka hafal al Quran, hadis dan berbagai literatur ke-Islam-an lainnya.

Jika ide dan gagasan mereka yang sudah diwarnai dengan nilai-nilai Islam itu tertuangkan secara tertulis dan dapat dikonsumsi oleh banyak orang, maka akan semakin banyak kebaikan yang tersebar dan semakin banyak orang yang mengambil manfaat. Tidak menutup kemungkinan akan ada orang yang dapat hidayah karena membaca tulisan-tulisan tersebut.

Semoga, pelatihan menulis untuk santri Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Malang kali ini dapat menggugah dan menggerakkan kreatifitas kepenulisan dalam rangka untuk menebar kebaikan untuk sesama. Wallahu A'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REFORMASI HIMMPAS ULUL ALBAB

Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana, yang disingkat dengan Himmpas Ulul Albab adalah sebuah wadah kegiatan mahasiswa pascasarjana U...